Salah satu kedudukan ibadah haji dibandingkan ibadah lain adalah tempat pelaksanaannya, yaitu hanya di kota Mekkah dan sekitarnya, tidak sah dan tidak boleh dilaksanakan di tempat lain. sedangkan ibadah – ibadah lain seperti sholat, puasa dan zakat dapat dilaksanakan di tempat manapun selama syarat dan ketentuan ibadah tersebut terpenuhi. Keistimewaan lain adalah hanya ibadah haji yang mempunyai nama surat dalam al quran secara khusus, tidak didapati surat yang bernama surat sholat, surat puasa dll. Yang ada hanya surat haji dengan nomor urut 22. dan dalam surat tersbut Alloh menjelaskan sejarah dari ritual ini yang dimulai sejak nabi Ibrahim alayhissalam. Sebagaimana disebutkan di ayat 26 yang artinya :
Wahai Ibrahim umumkanlah kepada semua manusia untuk beribadah haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan dan naik onta yang cekatan dari tempat tempat yang jauh dari seluruh dunia. Supaya orang orang yang beribadah haji dapat menyaksikan berbagai macam kebaikan bagi mereka, agar mereka juga menyebut nama Alloh pada hari hari yang telah ditentukan kemudian mereka meyembelih hewan kurban berupa ternak dari rezki yang Alloh berikan kepada mereka , karena itu makanlah daging hewan hewan itu dan sedekahkanlah kepada orang orang yang terlantar lagi fakir. Kemudian orang orang yang beribadah haji itu hendaklah melakukan tahallul sebagai tanda lepas dari Ihrom hendaklah mereka menyempurnakan nazar nazar mereka dan thawaf ifadhoh dengan mengelilingi Kabah rumah kuno itu. ( Tarjamah Tafsiriyyah, Ust. M Tholib)
Indikator seorang hamba meraih dan mendapatkan haji mabrur antara lain :
– menjadi lebih baik dari sebelumnya ( perubahan )
– Zuhud di dunia cinta kepada negeri akhirat ( Imam Hasan Bashriy)
– bertaubat (tidak kembali ) melakukan maksiat
Haji adalah ibadah yang penuh dengan training dan sarana pembinaan diri untuk menjadi hamba Alloh yang terus sadar dan ingat akan misi hidup di dunia. Ibadah haji sarat dengan nilai nilai kemanusiaan karena banyak kegiatan sosial. Haji Mabrur adalah prestasi yang hanya dibalas dengan surga dari Alloh (hadis muutafaqun alayhi). Setiap hamba yang melaksanakan ibadah haji perlu merumuskan strategi yang jitu untuk menggapai prestasi tersebut, dibawah ini beberapa tips tersebut :
- perbanyak amal baik ( dalam hubungan kepada Alloh dan manusia ) sebelum haji dan terus dilakukan selama haji dan tetap terus diamalkan sampai meninggal dunia
- Ilmu tentang manasik haji yang cukup dan kuat sehingga terhindar dari bernafsu mengamalkan yang sunnah dengan mengorbankan ibadah prioritas. Seperti : banyak melaksanakan umroh sunnah selama di Makkah padahal kondisi fisik dan penginapannya jauh misalnya
- Jaga lisan , karena banyak dari larangan haji yang sumbernya adalah lisan , sabda nabi : siapa yang haji dan tidak berbuat rofats dan fasiq maka seperti bayi yang baru dilahirkan (Muttafaqun alayhi) rofats dan fasiq Alloh tegaskan dalam surat AL Baqoroh ayat 197 .
- Hindari tiga perbuatan ( Rofats, Fusuq dan Jidal ) rofats : larangan untuk hubungan suami istri, Fusuq : melanggar hukum haji dan umroh, jidal : bertengkar selama ibadah haji dan umroh. (Dr.Abdul Mughni, Lc, MHi)







0 komentar:
Posting Komentar