Setiap tahun, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi selalu mengganti selimut
Ka'bah (kiswah) dengan selimut yang baru. Selimut lama yang pernah
melindungi Ka'bah sepanjang tahun akan diletakkan di museum khusus yang
terletak di Umm Al-Jude, kawasan Syumaisi, Makkah.
Jamaah yang
ingin mengetahui bagaimana sebenarnya wujud asli selimut Ka'bah bisa
mendatangi museum yang terletak di sisi jalan dari Makkah menuju
Hudaibiyah tersebut. Tak hanya 'mengenang kiswah', pengunjung juga dapat
melihat langsung bagaimana selimut Ka'bah dibuat di pabrik pembuatan
kiswah yang terletak tepat di samping museum.
Di museum, pengunjung bisa melihat pembuatan sulaman kiswah dengan
ornamen ayat-ayat suci Alquran. Ornamen ayat-ayat Alquran dari benang
sutra emas dan perak inilah yang biasa dilihat jamaah ketika berada di
dekat Ka'bah.
Selain pembuatan ornamen, jamaah bisa melihat
pembuatan selimut bagian dalam Ka'bah sebelum dilapisi selimut warna
hitam di bagian luar. Tak seperti selimut luar, selimut bagian dalam
Ka'bah didominasi warna hijau.
Selimut inilah yang langsung menempel pada dinding Ka'bah. Sama
dengan selimut hitam di bagian luar, selimut hijau pada bagian dalam
juga dihiasi ornamen ayat-ayat suci Alquran.
Pertama kali masuk
ke dalam museum, pengunjung akan dihadapkan pada sebuah rangkaian kayu
berbentuk tangga jalan. Letaknya ada di sebelah kanan pintu masuk
museum. Inilah tangga yang digunakan untuk masuk ke dalam Ka'bah. Ada
empat buah roda kecil di bawah tangga Ka'bah. Tampaknya roda digunakan
untuk memindahkan atau menggerakkan tangga.
Seperti barang-barang bersejarah yang diletakkan di museum, tangga
Ka'bah dikelilingi tali pembatas berwarna merah. Tujuannya agar
pengunjung tidak menyentuh atau memegang tangga. Pengunjung yang ingin
menggunakan tangga Ka'bah sebagai latar belakang gambar bisa berfoto di
luar tali pembatas tangga.
Mengalihkan pandangan sedikir bergeser
dari lokasi tangga Ka'bah, pengunjung akan melihat sekumpulan batu-batu
bertuliskan ayat suci Alquran dan benda-benda bersejarah lainnya untuk
memanjakan mata.
Ada pintu-pintu, kunci, tiang penyangga, selimut
Ka'bah, dan logam pelindung batu Hajar Aswad. Selain aksesori Ka'bah,
pengunjung bisa juga melihat alat pemintal kain kiswah, sumur zam-zam
tempo dulu, kantong air kulit, dan sejumlah manuskrip kuno.
Berkeliling
dalam museum memang bisa mendatangkan pengalaman spiritual yang
menakjubkan. Alam pikiran pengunjung akan dibawa ke masa sejarah Makkah
tempo dulu. Beragam manuskrip Alquran tulisan tangan yang penulisnya
tidak dikenal menambah pengalaman spiritual pengunjung tentang kebesaran
Islam.
Namun, tidak seperti di museum-museum lainnya, berwisata
ke museum kiswah Ka'bah harus benar-benar memerhatikan waktu. Saat musim
haji, pengunjung yang diperkenankan masuk museum dibatasi sampai 100
orang. Itu pun dengan toleransi waktu hanya 20 menit. Pengunjung harus
bergantian masuk ke dalam museum mengingat tingginya animo jamaah haji
yang ingin berkunjung ke sana.
Senin, 05 Oktober 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar