Makkah (Sinhat)--Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab
Saudi kembali berhasil mengidentifikasi 11 jamaah haji Indonesia yang
wafat pada peristiwa Mina. Sehubungan dengan itu, korban wafat sampai
dengan Rabu (30/09) pukul 02.00 waktu Arab Saudi menjadi berjumlah 57
orang, terdiri dari 53 jamaah haji dan 4 warga Negara Indonesia (WNI)
yang mukim di Arab Saudi.
“Kami telah mengidentifikasi 11 jamaah haji Indonesia korban wafat
pada peristiwa Mina sehingga totalnya menjadi 57 orang,” terang Kepala
Daker Makkah Arsyad Hidayat dalam jumpa pers di Daker Makkah, Rabu
(30/09).
Adapun rincian ke-11 jamaah haji yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Lilis Suryani Misbah Ijudin, kloter JKS 61 nomor paspor B0932986
2. Otong Bastaman Sutisnamiharja, kloter JKS 61 nomor paspor B0932958
3. Nana Hendiana Idi, kloter JKS 61 nomor paspor A7917997
4. Maemunah Dasa Sasmita, kloter JKS 61 nomor paspor B0733173
5. Atang Gumawang Dede Herlan, kloter JKS 61 nomor paspor B0733175
6. Karmah Padma Kertapraja, kloter JKS 61 nomor paspor B0745293
7. Tuti Kuswarti Daman, kloter JKS 61 nomor paspor B1442338
8. Iis Masriah Kastoni Mardo, kloter JKS 61 nomor paspor A7026769
9. Ida Murtika Porie, kloter BTH 14, nomor paspor B1306300
10. Suryati Sahran Ribut, kloter BTH 14 nomor paspor B1306350
11. Nur Alam Iljas, kloter UPG 10 nomor paspor B0694654
Arsyad menambahkan, sebagaimana rilis sebelumnya, jamaah yang cedera
dan dirawat rumah sakit Arab Saudi sebanyak 5 orang. Adapun jumlah
jamaah haji yang dilaporkan belum kembali, telah berkurang dari
sebanyak 89 orang menjadi 78 orang dengan rincian sebagai berikut:
1. Kloter BTH 14 sebanyak 9 orang2. Kloter SUB 48 sebanyak 12 orang
3. Kloter JKS 61 sebanyak 37 orang
4. Kloter UPG 10 sebanyak 4 orang
5. Kloter SOC 62 sebanyak 6 orang
6. Kloter SUB 28 sebanyak 4 orang
7. Kloter BPN 5 sebanyak 1 orang
8. Kloter JKG 33 sebanyak 1 orang
9. Kloter JKS 21 sebanyak 2 orang
10. Kloter LOP 9 sebanyak 1 orang
11. Kloter SUB 34 sebanyak 1 orang
Untuk mempercepat penelusuran korban peristiwa Mina yang terjadi pada Kamis (24/09) lalu, tim PPIH telah membentuk tiga tim:
Pertama, tim pencari data yang menghimpun data jamaah haji Indonesia
yang belum kembali ke kloternya sejak peristiwa Mina. “Hari ini, secara
intensif kami keliling ke beberapa kloter dan alhamdulillah mendapatkan
laporan-laporan baru terkait dengan beberapa kloter yang ada jamaahnya
belum kembali sampai hari ini,” terang Arsyad.
Kedua, tim penelusuran ke beberapa rumah sakit di Arab Saudi,
misalnya: RS Mina Al Wadi, RS Mina Al Jisr, RS Zahir, RS Syisyah, RS
Militer di Awali. Selain itu, penelusuran juga dilakukan di rumah sakit
di luar kota Makkah, misalnya: RS Garda Nasional di Jeddah dan RS Hada
di Thaif.
Ketiga, tim identifikasi jenazah di Majma’ Ath-Thawari Bil Mu'aishim.
Menurut Arsyad, ada dua pola yang digunakan dalam mengidentifikasi
jenazah, yaitu: 1) identifikasi melalui file-file yang berisi data
pelengkap jamaah berupa gelang, tas, syal, DAPIH (Dokumen Administrasi
Perjalanan Ibadah Haji), kartu petunjuk bus, kartu petunjuk hotel, dan
lainnya. “Jika itu ditemukan, maka akan mempermudah identifikasi
jenazah korban. Kalau tidak ditemukan, identifikasi dilakukan dengan
mengkonfirmasi jenazah melalui ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu
dan keluarga jenazah di kloter tersebut,” jelas Arsyad. 2) Bekerjasama
dengan divisi Disaster Victim Identification (DVI)Arab Saudi untuk
mendapatkan data-data sidik jari jamaah haji Indonesia yang sudah
diambil ketika tiba di Bandara Arab Saudi. Ini dilakukan sehubungan
dengan mulai terjadinya perubahan fisik, khususnya muka, jenazah
setelah lima hari sejak peristiwa sehingga mempersulit proses
identifikasi. Arsyad berharap penggunaan sidik jari akan mempermudah
dan mempercepat proses identifikasi.
Pihak Mu'ashim telah melakukan penguburan jenazah korban peristiwa
Mina ini mulai Senin (28/09) lalu, terutama jenazah yang sudah
diidentifikasi. Langkah ini diambil untuk menghindari penularan
penyakit yang bersumber dari jenazah yang sudah terlalu lama.
Arsyad menambahkan, pada malam ini ada beberapa kontainer yang telah
dibuka, namun belum bisa dirilis fotonya. Selain itu, 4 kontainer sudah
di bawa ke Jeddah untuk dilakukan identifikasi di salah satu RS di
Jeddah.
“Kami akan terus berupaya mencari jamaah haji yang masih belum
diketemukan sampai dengan saat ini dan akan dikabarkan dalam kesempatan
waktu sesegera mungkin untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi keluarga,
dan seluruh masyarakat Indonesia,”












